Top News

FPI Online


FPI PEDULI
DPC FPI JATINEGARA
POSKO KEBAKARAN RAWA BUNGA & BALIMESTER

Terdampak :
1. Rumah 129 Unit
2. Kepala Keluarga : 159 KK 455 Jiwa

Bantuan yang di perlukan :
Pakaian Layak Pakai, Obat Obatan, Pembalut Wanita, Makanan Siap Saji, Air Mineral, Makanan dan Minuman Bayi, Uang dan lain lain.

Bantuan dapat di antarkan langsung ke Posko Kemanusiaan FPI di alamat :
Jln. Matraman Raya RT. 011/ 06 Kel. Bali Mester Kec. Jatinegara - Jakarta Timur (Depan Sekolahan KARTIKA XI)

Bantuan Uang dapat di Transfer ke Rekening :
Bank Mandiri No. Rek. 9000001578146 An. Ria Susilo

Konfirmasi Transfer ke : 
Ust. Syafei 085269804994
Ria Susilo (BRS) 087878881983

Informasi dan Konfirmasi :
1. Herison Samsudin 087882694500
2. Kaharudin 087873585770
3. Asmar 085710424149
4. Samsudin 08997782638
5. Ahmad Maulana 081646021213

AYO PEDULI, FPI PELAYAN UMMAT

#DPC FPI JATINEGARA
#MACAN LPI JATINEGARA
#PW. MPI JAKARTA TIMUR
#MAWIL LPI JAKARTA TIMUR
#DPW FPI JAKARTA TIMUR

FPI DKI - Jakarta, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimerdekakan, didirikan dan dibangun oleh para pendiri bangsa dari hasil musyawarah dan kesepakatan.

Musyawarah dan kesepakatan para pendiri bangsa itu melahirkan Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan Konstitusi yang dijadikan sebagai arah dan orientasi kehidupan bernegara maka segala upaya yang bertentangan dengan nilai nilai Pancasila dan UUD 1945 tidak boleh hidup dan tumbuh di Indonesia.

Pancasila dan UUD 1945 dirumuskan oleh para pendiri bangsa mengacu kepada sumber nilai yang di ambil dari ayat ayat Suci Agama Islam.

Dengan demikian apapun bentuk dan wujudnya maka ayat ayat kontitusi tidak boleh bertentangan dengan ayat ayat suci, implementasinya bahwa ayat suci harus selalu di atas ayat konstutusi.

Baca Juga : 21 Tahun FPI Menjadi Ujung Tombak Kehidupan Beragama, Berbangsa Dan Negara

Dalam sejarah peradaban ketatanegaraan Republik Indonesia maka segala sistem sudah pernah dicoba untuk menentukan nasib bangsa yang lebih baik.

Era Bung Karno menggunakan Demokrasi Terpimpin, Era Soeharto menggunakan Demokrasi Pancasila dan Era Reformasi menggunakan Demokrasi Liberal ternyata seluruh sistem yang coba diterapkan selalu mengalami kegagalan sehingga dari kurun waktu yang ada tidak menjadikan Indonesia lebih baik.

Front Pembela Islam (FPI) salah satu asset bangsa dan Negara mengajak kepada seluruh Elemen Bangsa agar Indonesia dibangun dengan nilai-nilai syariah yang bersumber dari ayat-ayat suci sesuai dengan Konteks Pancasila dan UUD 1945.

NKRI bersyariah adalah bagian dari solusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan NKRI bersyariah, maka bangsa Indonesia bisa terselamatkan dari berbagai Krisis Multi Dimensi sekaligus terhindar dari berbagai kehancuran dan malapetaka yang akan menimpa negara Indonesia tercinta.

NKRI bersyariah adalah merujuk kepada Konseptualisasi dari nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu Alloh Swt.

Baca Juga : Undangan Milad Front Pembela Islam Ke- 21 Di Stadion Rawa Badak

Jika Indonesia dibangun dengan nilai-nilai syariah yang datang dari Alloh Swt sebagai pencipta langit dan bumi maka suatu negara akan unggul, berdaya, berkualitas, adil, makmur, menang, sejahtera, penuh rahmat dan berkah.

Tetapi sebaliknya sehebat apapun konsep kenegaraan dan penyelenggaraan pemerintahan yang tidak dibangun di atas landasan nilai-nilai syariah jangan berharap bangsa tersebut akan unggul dan berjaya apalagi meraih keberkahan.

Oleh sebab itu NKRI bersyariah menjadi suatu keharusan dan keniscayaan yang harus diwujudkan dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.

FPI akan selalu mengawal dan menjadi Garda terdepan dalam menjaga dan menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selamat Milad FPI yang ke 21 Tahun.

Hidup FPI dan Hidup NKRI Bersyariah.

Daftar Pustaka:

1. Dialog FPI: Amar Ma'ruf Nahi Munkar oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, Penerbit Pustaka Ibnu Sidah Tahun 2005.

2. Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, Penerbit Suara Islam Press Tahun 2012.

3. Hancurkan Liberalisme Tegakkan Syariat Islam oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, Penerbit Suara Islam Press Tahun 2011.

4. Wawasan Islam oleh H.Endang Saifuddin Anshari, Penerbit Rajawali Press, Tahun 1986.

5. Piagam Jakarta 22Juni 1945, oleh H.Endang Syaifuddin Anshari, Penerbit Gema Insani Press Tahun 1997.


Oleh :
KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Majelis Syuro DPP FPI Dan Salah Satu Tokoh Pendiri
FPI-DKI.Com - Kehadiran FPI secara khusus di Indonesia dan secara umum di dunia adalah merupakan karunia Alloh SWT.

FPI hadir sebagai wadah dan alat perjuangan dalam membangun peradaban Agama, Bangsa dan Negara.

FPI hadir di tengah-tengah umat dalam rangka memperjuangkan kebenaran, keadilan, kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia.

Penegakan kebenaran dan keadilan yang dimaksud secara tekstual, tercermin dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang berupa Da'wah, Hisbah, Jihad dan Penegakan Khilafah.

21 Tahun Front Pembela Islam (FPI) telah berkiprah, berjuang dan berkorban untuk Agama, Bangsa dan Negaranya.

Saat ini FPI telah Go Publik dan Go Internasional, sehingga seluruh umat manusia diberbagai belahan dunia sangat mengenal, mengetahui, merasakan dan mendukung totalitas terhadap Eksistensi organisasi FPI.

Para pendukung dan penyokong perjuangan FPI adalah orang orang beriman dan bertaqwa yang menginginkan kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan, terbebas dari berbagai macam penjajahan Asing dan Aseng, lenyapnya berbagai kemaksiatan dan kebathilan, musnahnya berbagai kedzholiman dan kesewenang wenangan.

Dengan demikian tegaknya nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan bagi kehidupan ummat manusia.

Sedangkan para pembenci dan musuh FPI terdiri dari:

1. Kelompok Munafik, yakni apapun statusnya, sukunya dan bangsanya, kelompok Munafik ini akan selalu membenci dan memusuhi terhadap FPI karena mereka akalnya sudah tidak waras dan hatinya sudah Mati.

2. Kelompok Kafir Radikal, yakni kelompok ini sering tidak mau tahu atau pura pura tidak tahu atas perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh FPI di semua aspek kehidupan, baik dalam tatanan sosial keagamaan, sosial kemasyakatan dan sosial kebangsaan sehingga selalu tendensius cara pandangnya terhadap FPI.

3. Kelompok SPILIS (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme), yakni kelompok yang selalu apriori terhadap apapun bentuk perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh FPI, karena satu satunya yang selalu menjegal berbagai Program SPILIS adalah organisasi FPI, sehingga misi SPILIS selalu mengalami kegagalan dalam menyebarkan virus-virusnya di tengah kehidupan Bangsa dan Negara.

4. Kelompok Ahli Maksiat, yakni kelompok ini sangat terancam bahkan gulung tikar, bangkrut dengan subyek maksiatnya dan obyek kemaksiatannya. Sehingga kelompok ini akan selalu menjadi musuh FPI dan perang Bratayudha bersamanya.

5. Kelompok Kepentingan Rezim, yakni para pemimpin dan penguasa yang terbelenggu oleh sistem Jahiliyah, cenderung tidak akan mendukung Keberadaan FPI bahkan kelompok ini akan selalu memutarbalikan opini dan fakta atas FPI menjadi Stigma Buruk.

Lima Kelompok ini secara terang terangan akan menjadi pembenci dan musuh FPI sejak awal FPI didirikan, berkiprah, berjuang dan berkorban untuk Agama, Bangsa dan Negara.

Lima Kelompok ini akan selalu berusaha semaksimal mungkin menjegal dan mempersepsikan FPI itu selalu buruk dan bahkan berusaha sekuat tenaga berkeinginan membubarkan FPI.

Selamat Milad FPI yang Ke-21 Tahun.

FPI semakin jaya, penuh berkah dalam naungan Rahmat dan Ridho Alloh SWT


Oleh :
KH. Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany, SH, MA.
(Majelis Syuro DPP FPI & Salah Satu Tokoh Pendiri) 

Undangan 

Assalamualaikum Wr. Wb 
Kepada Yth
Seluruh Pengurus, Anggota, dan Simpatisan FPI se-DKI Jakarta

Untuk hadir acara Do'a Wukuf Arafah yang diselenggarakan oleh Majelis Anwarul Hidayah dan DPD FPI DKI Jakarta bersama Jawara Brigade 411, pada

Hari Sabtu Sore
Sholat Ashar Berjamaah
10 Agustus 2019
Di Aula Riayatul Haq
Cawang, Jakarta Timur
(Samping Rumah Sakit Otak/BNN)

Diharapkan bisa hadir tepat waktu, untuk kita bermunajat bersama-sama.

Syukron Katsiron Jazakallah Khoir

Ttd.
Sekda DPD FPI DKI Jakarta
Hb. Sahid bin Yahya

CC.
Imam DPD FPI DKI Jakarta
Ketua Majelis Syura DPD FPI DKI Jakarta
Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta


FPI-DKI.Com - Jakarta, Kedangkalan ilmu seseorang itu terlihat dari ucapannya yang tidak membawa manfaat. Kata kata inilah yang pantas untuk seorang Agus Maftuh. Dengan statementnya Serobot Doa yang dituduhkan kepada Al Habib Muhammad Rizieq Shihab pada saat prosesi pemakaman Al Maghfurlah Mbah Yai Maimun Zubair membuat malu Indonesia karena memiliki seorang Duta Besar yang tidak Profesional, Proporsional dan Kredibel.

Secara Hukum Fikih, kewajiban orang yang masih hidup terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu diantaranya mensholatkan dan mendoakan. Sholat jenazah yang dilakukan dan doa yang dibacakan oleh Al Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk Al Maghfurlah Mbah Yai Maimun Zubair adalah sangat tepat. Kenapa demikian ?

1. Sholat jenazah yang dilakukan Al Habib Muhammad Rizieq Shihab karena menjalankan Hadits Nabi Muhammad SAW :

عن أبى هريرة : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من تبع جنازة وصلى عليها فله قيراط. ومن تبعها حتى يفرغ منها فله قيراطان. اصغرهما مثل أحد أو احدهما مثل أحد (رواه البخاري ومسلم وأبو داود والترمذى والنسائ وابن ماجه)

Dari Abi Hurairah RA : Nabi SAW bersabda : Siapa saja yang mengiringi jenazah lalu dia mensholatkannya, maka baginya pahala satu qirath. Dan siapa saja yang mengiringinya sampai selesai propesi pemakamannya, maka baginya pahala dua qirath. Yang terkecil diantara dua qirath itu seperti gunung Uhud. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah)

2. Doa yang dibacakan Al Habib Muhammad Rizieq Shihab karena menjalankan Hadits Nabi Muhammad SAW :

عن أم سلمة قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا حضرتم المريض، أو الميت فقولوا خيرا، فإن الملائكة يؤمنون على ما تقولون. قالت : فلما مات أبو سلمة أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت : يا رسول الله إن ابا سلمة قد مات، قال : {قولي : اللهم اغفر لي وله وأعقبني منه عقبى حسنة} فقلت : فأعقبني الله من هو خير منه {محمدا صلى الله عليه وسلم} (رواه مسلم وأبو داود والترمذى والنسائ وابن ماجه وأحمد)

Dari Ummi Salamah : Nabi SAW bersabda : Apabila kalian mendatangi orang sakit atau jenazah, maka ucapkanlah yang baik baik, karena Para Malaikat mengaminkan apa yang kalian katakan. Ummi Salamah berkata : Ketika Abu Salamah wafat, aku datang kepada Nabi SAW, lalu aku berkata : Wahai Rasulullah Abu Salamah telah wafat. Nabi SAW bersabda : {Bacalah wahai Ummi Salamah : Allahumma ighfir liy wa lahu, wa a'qibniy 'uqban hasanah}. Lalu aku (Ummi Salamah) berdoa : Fa a'qobaniyallahu man huwa khairun minhu {Muhammadan SAW}. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

Dua Hadits inilah yang menjadi dasar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab mensholatkan dan mendoakan Al Maghfurlah Mbah Yai Maimun Zubair.

Mencari ketenaran tidak pernah ada dalam diri Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, karena Beliau sudah tenar baik di Indonesia maupun di dunia.

Jadi, istilah Serobot Doa yang dilontarkan Dubes Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh, sangat tidak mendasar dan menunjukkan kedangkalan keilmuannya. Oleh karenanya, Agus Maftuh harus segera dicopot sebagai Dubes Indonesia untuk Saudi Arabia dan segera meminta maaf kepada Al Habib Muhammad Rizieq Shihab melalui Media Elektronik.


(Oleh : Salman Al Farisi Ghozali) 

Markaz Besar LPI
Turut Berdukacita

انا لله وانا اليه راجعون

Telah meninggal Dunia
Ayahanda Dari Ustadz Ichwan Tuankotta

KOMARUDIN ZEIN TUANKOTTA
BIN
ABDURRAHMAN BASALAMAH

Hari Senin, 4 Dzulhijjah 1440 H / 5 Agustus 2019
Di RS. Dharmais - Jakarta

Semoga Allah SWT ampuni segala kesalahannya
dan di terima semua amal ibadahnya
Aamiin Yaa Rabbal'alamin



انا لله وانا اليه راجعون

MADAR LPI DKI JAKARTA

Turut Berduka Cita Yang Sedalam Dalamnya Atas Wafatnya :
KOMARUDIN ZEIN TUANKOTTA BIN ABDURRAHMAN BASALAMAH
(Ayahanda Dari Ustadz Ichwan Tuankotta)

Hari Senin, 4 Dzulhijjah 1440 H / 5 Agustus 2019
Di RS. Dharmais - Jakarta

الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وأَكْرِمْ نُزُوْلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بماء الثلج والبردٍ وَنَقِّهَا
مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَى الثَوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وأََهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهَا وَقِهَا فِتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Facebook