Top News

FPI Online


WEBINAR
"Mekanisme Pembubaran Partai Politik Secara Konstitusi"

NARASUMBER

H. Munarman SH
Sekretaris Umum DPP FPI

Dr. Abdul Chair Ramadhan SH MH
Direktur HRS Center

Fachrul Razi S.IP M.IP
Pimpinan Komite 1 DPD RI
Senator Asal Aceh

MODERATOR

Lutfi Hasbi Hasbullah SH
Wasekum Front Mahasiswa Islam

Jum'at, 3 Juli 2020
19.30 WIB - Selesai

LIVE STREAM

Organized By :
FRONT MAHASIWA ISLAM

Media Partener By :
FRONTTV

FPI DKI - Jakarta, Bagaimana hukumnya berwudhu yang terhalang celak mata, apakah wudunya sah atau tidak sah ? Berikut penjelasannya :

Oleh : Wakabid Da'wah DPD FPI DKI Jakarta

Kosmetik yang harus dibersihkan sebelum berwudhu atau mandi wajib ialah kosmetik yang ketika digosok lapisan kosmetiknya akan rontok. Jika dikerok, lalu hanya menyisakan warna dari kosmetik tersebut atau daki yang bercampur dengan warna kosmetik maka bukan termasuk penghalang sampainya air ke kulit.

Dalam kasus celak di atas, tergantung bahan celaknya, kalau dibasuh cuman tinggal warnanya saja / tidak ada bendanya maka wudhu'nya sah, yang dimaksud tinggal warna saja adalah sekiranya digaruk tidak ada yang terkelupas.

Jadi, bila hanya tinggal bekasnya / warnanya saja / tidak ada bendanya maka wudlu'nya sah. Jika masih ada bendanya maka dilihat dulu, kalau celak tersebut bisa tembus / menyerap air maka wudlu'nya juga sah, Jika tidak menyerap air maka wudhunya tidak sah. Wallohu a'lam.
Semoga bermanfaat

Referensi:
Al-Majmu' :

المجموع الجزء 1 صحـ : 387 مكتبة المطبعة المنيرية
( السَّابِعَةُ ) إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِينٌ أَوْ حِنَّاءٌ وَأَشْبَاهُ ذَلِكَ فَمَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ إلَى شَيْءٍ مِنْ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ أَكَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ اهـ

I'anah ath Thalibin, Jilid 1 Hal. 35 :

ﻗﻮﻟﻪ: ﺣﺎﺋﻞ ( ﺃﻱ ﺟﺮﻡ ﻛﺜﻴﻒ ﻳﻤﻨﻊ ﻭﺻﻮﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﻠﺒﺸﺮﺓ) ﻗﻮﻟﻪ: ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﻐﺴﻮﻝ ( ﻣﺜﻠﻪ ﺍﻟﻤﻤﺴﻮﺡ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ) ﻗﻮﻟﻪ: ﻛﻨﻮﺭﺓ ﺇﻟﺦ (ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﻠﺤﺎﺋﻞ) ﻗﻮﻟﻪ: ﺑﺨﻼﻑ ﺩﻫﻦ ﺟﺎﺭ (ﺃﻱ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺩﻫﻦ ﺟﺎﺭ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻌﺪ ﺣﺎﺋﻼ ﻓﻴﺼﺢ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻣﻌﻪ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﻻﻥ ﺛﺒﻮﺕ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﻴﺲ ﺑﺸﺮﻁ) ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺃﺛﺮ ﺣﺒﺮ ﻭﺣﻨﺎﺀ ( ﺃﻱ ﻭﺑﺨﻼﻑ ﺃﺛﺮ ﺣﺒﺮ ﻭﺣﻨﺎﺀ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮ. ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻻﺛﺮ ﻣﺠﺮﺩ ﺍﻟﻠﻮﻥ ﺑﺤﻴﺚ ﻻﻳﺘﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﺤﺖ ﻣﺜﻼ ﻣﻨﻪ ﺷﺊ
HABAIB & DAKWAH
(Oleh : Salman Al Farisi Ghozali)

Jangan kalian hakimi sikap mereka (Para Habaib) dalam berdakwah, kerena di dalam darah mereka mengalir darah Sayyidil Wujud Muhammad Bin Abdillah SAW.

Mereka tau kapan harus lembut kapan harus tegas, namun wajib kalian perhatikan baik baik : "Selama masih ada segala macam bentuk kezhaliman di depan mata mereka (Para Habaib), pantang bagi mereka untuk mundur selangkah kebelakang dan bersikap lunak sebagaimana yang telah dilakukan ole datuk datuk mereka".

Dan ingatlah betul betul Sabda datuk mereka yang diriwatkan oleh Al Imam An Naisaburi di dalam Kitab Mustadraknya 'ala Shohihaini dari Amr Bin Usman Bin Affan :

إن وليت من أمر الناس شيئا فأكرم قريشا فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
من أهان قريشا أهانه الله عز وجل

Jika kamu diangkat untuk mengurusi urusan manusia, maka muliakanlah suku Quraisy karena aku mendengar Rasulallah saw bersabda :
"Siapa saja yang menghinakan suku Quraisy maka Allah 'Azza wa Jalla akan menghinakannya".


Penulis : Salman Al Farisi Ghozali
Kabid Penegakkan Khilafah
DPD FPI DKI Jakarta
FPI DKI - Jakarta, Masih terasa di hati kita bagaimana susasan Idul Fitri 1441 H, walaupun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kita masih menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Idul Fitri yang merupakan hari raya dan kebanggan Umat Islam, secara bahasa diambil dari dua kata yaitu ; 'iidun yang artinya kembali dan fitrun yang artinya suci.

Secara istilah, maksudnya adalah di hari raya Idul Fitri kita diminta untuk hidup dalam keadaan bersih, suci dan tidak mengerjakan kemungkaran kedepannya. Karena bulan Ramadhan telah mendidik dan mengajarkan kepada kita untuk menjadi hamba² Allah yang bersih, suci dan meninggalkan perbuatan munkarat. 

Dalam konteks NKRI, Idul Fitri juga bisa disebut dengan New Normal dalam arti memulai kehidupan baru. Namun istilah New Normal bukan dipahami dengan kehidupan baru hanya sebatas membuka tempat tempat hiburan, pasar pasar tradisional mall dan lain sebagainya.

New Normal dalam konteks NKRI adalah memulai kehidupan baru berlandaskan Al Qur'an Surat Al A'raf ayat 96 ;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Bencana yang bertubi tubi datang di NKRI membuktikan bahwa penduduk negerinya (baik pejabat, ataupun rakyat) masih banyak yang melakukan munkarat, sehingga bukan keberkahan yang turun dari langit dan bumi tetapi sebaliknya.

Oleh karenanya, Idul Fitri yang merupakan momentum New Normal berdasarkan pandangan Islam dalam konteks NKRI adalah memulai kehidupan yang baru dengan bertaubat secara nasuha kepada Allah SWT, memuliakan serta mengagungkan Syariat Agama Islam, berlaku adil, tidak berlaku zhalim, berantas korupsi, stop penodaan dan penistaan terhadap agama (terlebih khusus Islam), ganyang kelompok atheis dan komunis, berantas perjudian, perzinahan, miras dan kemungkaran lainnya, karena itu semua tidak sejalan dengam Al Qur'an, Hadits, Pancasila dan UUD 1945.

Oleh ; Salman Al Farisi Ghozali
Wakabid Khilafah FPI DKI Jakarta
FPI DKI - Jakarta, DPC Cipayung menggelar acara Khataman Al Quran  di Markaz DPC FPI Cipayung yang berlokasi
di Jl H. Koco, No 88, Kp Keramat Setu, Cipayung, Jakarta Timur. (Jum'at, 15/05/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh para warga dan sebagian pengurus FPI jakarta Timur.
Pada kegiatan ini, DPC FPI Cipayung menyerahkan santunan berupa paket sembako kepada warga dan relawan FPI.

Ketua DPC Cipayung Ust Muhammad Shobron Jamil menyampaikan dilaksanakannya acara ini tak lain
disamping untuk menjalin hubungan silaturahim juga berbagi kepedulian.
Alhamdulillaah acara selesai dengan khidmat dan kondusif.










Sumber : DPC FPI Cipayung
Kontributor LIF DKI Jakarta
FPI DKI - Jakarta, Dewan Pimpinan Cabang Front Pembela Islam (DPC FPI) Kecamatan Pulogadung kembali membagikan ta'jil untuk berbuka puasa. (Jum'at, 08/05/2020).

Bekerjasama dengan sayap juang FPI dibidang kemanusiaan yaitu Hilal Merah Indonesia (HILMI) DKI Jakarta melakukan kegiatan sosial berbagi ta'jil bagi warga Rt 02 sampai Rt 04 Kelurahan Jati, Kecamantan Pulo Gadung.

Semoga pembagian ta'jil bisa membawa manfaat untuk warga yang menerimanya, Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Qoid (Laskar Pembela Islam) LPI Pulogadung yaitu Ust Johari.






Sumber : DPC FPI Pulogadung
Kontributor LIF DKI Jakarta
FPI DKI - Jakarta, HILMI FPI kembali membagikan ta'jil berupa nasi box siap saji untuk warga berbuka puasa. (Rabu 6 Mei 2020).

Hilal Merah Indonesia (HILMI) dan Dewan Pimpinan Cabang Front Pembela Islam (DPC FPI) Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur membagikan ta'jil untuk warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Pembagian ta'jil gratis berjalan di beberapa titik lokasi diantaranya di Jalan Cipinang Muara 2, Area Masjid Al Maghfur, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kegiatan pembagian nasi box siap saji ini dipimpin langsung oleh Qoid Laskar Pembela Islam (LPI) dari DPC FPI Jatinegara yaitu Ustad Kaharrudin.

Liat foto : Galery Pembagian Ta'jil Oleh FPI Jatinegara Ke Warga Yang Membutuhkan Di Cipinang Baru

Facebook