FPI-DKI.com - Jakarta, Front Pembela Islam (FPI) Pesanggrahan bekerjasama dengan Satpol PP dan Lurah setempat telah menutup tempat prostitusi berkedok pijat tradisional. (1 April 2019)

Berawal dari salah seorang anggota FPI yang melintas kawasan tersebut melihat bahwa tempat panti pijat milik Ibu Siti telah dibuka kembali, padahal sejak beberapa bulan lalu sudah ditutup oleh pihak Satpol PP kecamatan Pesanggrahan karena tertangkap tanggan telah membuka praktek prostitusi berupa pijat plus-plus.

Anggota FPI Pesanggrahan lalu melakukan investigasi mengumpulkan bukti-bukti dan menanyakan kepada masyarakat setempat terkait dibukanya kembali panti pijak milik Ibu Siti.

Setelah mendapat keterangan dari masyarakat setempat dan mendapatkan sejumlah bukti yang cukup bahwa panti pijat milik Ibu Siti kembali membuka praktek prostitusi berupa panti pijat plus-plus berkedok pijat tradisional, maka FPI melaporkan ke Lurah Petukangan Selatan yaitu Bpk Wahyudi.

Bersama Satpol PP dan Pak Wahyudi Lurah Petukangan Selatan, FPI berdialog tentang adanya pelanggaran Pergub (Peraturan Gubernur) nomor 18 tahun 2018.


Tepat pukul 11.00 WIB bersama Satpol PP dan Lurah Petukangan didampingi DPC FPI Pesanggrahan mendatangi lokasi panti pijat milik Ibu Siti

Dilokasi panti pijat, Satpol PP mendapati 2 pasangan pria dan wanita dalam dua kamar yang terpisah, didalam kamar sang pria dipergoki memakai alat kontra sepsi dan ada beberapa alat kontra sepsi pria yang belum terpakai.


Akhirnya kedua pasangan pria dan wanita dibawa ke dinas sosial Kedoya oleh Satpol PP untuk dimintai keterangan dan tempat panti pijat milik Ibu Siti di tutup.


Sumber DPC FPI Pesanggrahan
Kontributor LIF Jakarta
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda