Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Penindasan yang dialami Saudara Muslim kita dari Etnis Uighur di wilayah Xinjiang, yang bermakna harfiah 'koloni Baru', yang dilakukan olen Kezim Komunis China dengan keji dan kejam, sudah sangat Mengkhawatirkan dan tidak bisa ditolerir lag.

Perampasan Hak-Hak Asasi Manusia umat Islam Uighur diwilayah otonomi khusus Xinjiang sudah sangat keterlaluan. Lewat Undang-undang De-EkStremifikasi serta dalih melawan Radikalisme, Hak Asasi Manusia saudara muslim Uighur kita dicabik dan dirampas Hak beribadahnya, Hak Ekonominya, Hak Sosialnya, Hak politiknya sampal hak Dudayanya.

Terlebih dari Informasi yang kami dapatkan, saudara muslim Uighur kita dilarang memiliki dan membaca Al Quran serta dipaksa wajib mengikuti kamp re-edukasi, yang sesungguhnya adalah penahanan semena-mena tanpa proses hukum yang adil sesuai standar Internasional, ketika lelaki saudara uighur kita mendekam dalam kamp tersebut, disaat yang sama mereka dipaksa menerima orang asing non muhrim sebagai Ekstrimis Radikal dan diebloskan kedalam kamo re-edukasi, vang menurut beberapa laporan LSM HAM Internasional justru tempat dimana banyak penyiksaan serta pelecehan seksual terjadi.


Maka kami dari berbagai Ormas Islam Mengecam dan mengutuk keras tindakan zalim Rezim Komunis China terhadap saudara muslim Uighur kita. Dan akan Melakukan Aksi Nasional di depan Kedubes China/Tiongkok pada hari Jumat, 27 Desember 2019, Pukul 13.00 (ba' da Sholat Jum at)

Demikianlah pernyataan ini disampaikan, Jakarta, 20 Desember 2019

Korlap: Ust Abdul Qodir AKA & Jubir Aksi : Habib Ali Al Athas

Ketum FPI
KH Ahmad Shabri LubIs

Ketua GNPF Ulama
Ust Yusuf Muhammad Martak

Ketum PA 212
Ust Slamet Ma'arif

Ulama Betawi (FUHAB)
KH Fachrurozi Ishaq
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda