Oleh : KH. DR. Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Majelis Syuro DPP FPI)

Sejak Indonesia merdeka sudah tiga Orde dilalui dalam kehidupan Ketatanegaraan Republik Indonesia, yakni Orde lama, Orde Baru dan Orde Reformasi.

Mengukur keberhasilan kepemimpinan Bangsa dan Negara yang dikendalikan oleh seorang Presiden dan jajarannya.

Orde lama;

Presiden Soekarno dan jajarannya mengendalikan Bangsa dan Pemerintahan dengan demokrasi terpimpinnya, menitikberatkan kepada infrastruktur Politik sekaligus Pancasila sebagai dasar negara yang mengawal kehidupan Bangsa dan Negara.

Era Soekarno kehidupan Agama dan Pancasila relatif terjaga sehingga berbagai aliran sesat dan penodaan terhadap nilai Agama sangat kecil, korupsi bisa ditekan dan lain lain, meskipun di akhir pemerintahannya Soekarno terjebak dengan paham Nasakomnya.

Tidak terlihat korupsi besar besaran, Pancasila benar benar menjadi landasan kehidupan bernegara, para penista Agama dihukum.

Satu contoh seorang tokoh yang mengatakan baca koran lebih nikmat dari baca Qur'an, pelakunya langsung dihukum dan dipenjara.

Soekarno berani melawan Asing dan Aseng sehingga Indonesia menjadi Negeri yang bermartabat dan beradab di Dunia.

Orde Baru;

Pemerintahan Orde Baru dipimpin oleh Soeharto dan jajarannya.

Pada Era ini Pancasila dirawat sebagai dasar negara dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara.

Presiden Soeharto menitik beratkan pada kehidupan politik dan ekonomi untuk menjaga stabilitas Nasional.

Korupsi tetap ada tetapi pertumbuhan ekonomi juga stabil dirasakan oleh masyarakat.

Penodaan dan penistaan terhadap Agama dan Pancasila relatif kecil.

Seorang tokoh mengadakan riset menempatkan Nabi Muhammad Saw di urutan ke 11 langsung ditangkap dan dihukum.

Soeharto menjadi Macan Asia dengan Nasionalisme sejatinya, sehingga bangsa bangsa lain tidak ada yang berani melecehkan Negara Indonesia.

Orde Reformasi;

Arah kehidupan berbangsa dan bernegara di era reformasi ini sangat tidak jelas, amburandul, dan kebablasan.

Semua sektor kehidupan rusak cenderung Neo Kapitalis, Neo Liberal dan Neo Komunis.

Ekonomi rusak, rakyat susah dan sengsara, korupsi merajalela, dan besar besaran, penegakan hukum lemah sekali, nilai nilai Pancasila dihancurkan, para penista Agama menjamur , kriminalisasi terjadi besar besaran, hutang negara menumpuk menjadi beban rakyat, dan kesewenang wenangan dalam semua segi bebas berkeliaran.

Pancasila digiring dengan sewenang wenang bahkan dikatakan musuh terbesar Pancasila adalah Agama.

Pendeknya semua sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara rusak secara signifikan.

Tidak ada yang bisa diharapkan di era reformasi ini semua kebablasan dan rusak tidak karuan.

Solusi yang paling mutakhir tidak lain dan tidak bukan adalah revolusi sistem dan revolusi ketatanegaraan secara utuh dan tuntas.

Tanpa revolusi maka kehidupan Bangsa dan Negara akan menuju kehancuran yang menimbulkan akibat kesengsaraan bagi rakyat semakin parah.

Mari selamatkan Bangsa dan Negara sekarang juga jangan sampai menunggu bangsa ini porak poranda.

Revolusi satu satunya cara dan jalan yang harus di tempuh.

Saat ini Asing dan Aseng sangat leluasa menguasai Negeri Indonesia, sehingga Bangsa dan Negara kehilangan harga diri dan identitasnya, bangsa bangsa lain dengan mudah melecehkan dan menjadikan Indonesia sebagai sapi perahan setiap saat.
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda