FPI DKI - Jakarta, Bagaimana hukumnya berwudhu yang terhalang celak mata, apakah wudunya sah atau tidak sah ? Berikut penjelasannya :

Oleh : Wakabid Da'wah DPD FPI DKI Jakarta

Kosmetik yang harus dibersihkan sebelum berwudhu atau mandi wajib ialah kosmetik yang ketika digosok lapisan kosmetiknya akan rontok. Jika dikerok, lalu hanya menyisakan warna dari kosmetik tersebut atau daki yang bercampur dengan warna kosmetik maka bukan termasuk penghalang sampainya air ke kulit.

Dalam kasus celak di atas, tergantung bahan celaknya, kalau dibasuh cuman tinggal warnanya saja / tidak ada bendanya maka wudhu'nya sah, yang dimaksud tinggal warna saja adalah sekiranya digaruk tidak ada yang terkelupas.

Jadi, bila hanya tinggal bekasnya / warnanya saja / tidak ada bendanya maka wudlu'nya sah. Jika masih ada bendanya maka dilihat dulu, kalau celak tersebut bisa tembus / menyerap air maka wudlu'nya juga sah, Jika tidak menyerap air maka wudhunya tidak sah. Wallohu a'lam.
Semoga bermanfaat

Referensi:
Al-Majmu' :

المجموع الجزء 1 صحـ : 387 مكتبة المطبعة المنيرية
( السَّابِعَةُ ) إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِينٌ أَوْ حِنَّاءٌ وَأَشْبَاهُ ذَلِكَ فَمَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ إلَى شَيْءٍ مِنْ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ أَكَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ اهـ

I'anah ath Thalibin, Jilid 1 Hal. 35 :

ﻗﻮﻟﻪ: ﺣﺎﺋﻞ ( ﺃﻱ ﺟﺮﻡ ﻛﺜﻴﻒ ﻳﻤﻨﻊ ﻭﺻﻮﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﻠﺒﺸﺮﺓ) ﻗﻮﻟﻪ: ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﻐﺴﻮﻝ ( ﻣﺜﻠﻪ ﺍﻟﻤﻤﺴﻮﺡ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ) ﻗﻮﻟﻪ: ﻛﻨﻮﺭﺓ ﺇﻟﺦ (ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﻠﺤﺎﺋﻞ) ﻗﻮﻟﻪ: ﺑﺨﻼﻑ ﺩﻫﻦ ﺟﺎﺭ (ﺃﻱ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺩﻫﻦ ﺟﺎﺭ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻌﺪ ﺣﺎﺋﻼ ﻓﻴﺼﺢ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻣﻌﻪ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﻻﻥ ﺛﺒﻮﺕ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﻴﺲ ﺑﺸﺮﻁ) ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺃﺛﺮ ﺣﺒﺮ ﻭﺣﻨﺎﺀ ( ﺃﻱ ﻭﺑﺨﻼﻑ ﺃﺛﺮ ﺣﺒﺮ ﻭﺣﻨﺎﺀ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮ. ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻻﺛﺮ ﻣﺠﺮﺩ ﺍﻟﻠﻮﻥ ﺑﺤﻴﺚ ﻻﻳﺘﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﺤﺖ ﻣﺜﻼ ﻣﻨﻪ ﺷﺊ
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda