FPI DKI Jakarta - Makasar, Front Pembela Islam mendukung penyelenggaraan Istigosah dan Dzikir dengan protokol kesehatan diwilayah masing-masing untuk bermunajat kepada Allah yang maha kuasa lagi maha segalanya.


Istigosah kali ini dengan bertujuan diantaranya:

1. Berdoa untuk Indonesia agar dijauhkan dari pemimpin zalim yang selalu ingin memecah umat islam dalam membungkam suara kebenaran dengan kekuasaan.

2. Berdoa agar wabah covid-19 hilang dari Indonesia.

3. Berdoa untuk 6 syuhada Laskar FPI.

4. Berdoa untuk kesehatan dan keselamatan Imam besar umat Islam Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab.


Pada tanggal 27/12/2020 diwilayah Makasar warga kampung pulo saat ini melakukan istigosah dan Dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Abdullah pada Pukul 09.00 - Selesai yang bertempat di Masjid Baiturrahim Jalan Kampung Pulo kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta.

"Dikampung makasar jakarta timur kami berharap semoga menjadi sebab turunya rahmat dan keberkahan dari Allah dan semakin solid ukuwah antar elemen sehingga kegiatan-kegiatan yang berupa ibadah akan tetap terus kita syiarkan baik secara nyata maupun di dunia maya.

Terlebih banyaknya berita-berita hoax yang banyak tersebar oleh media yang tak bertanggung jawab Maka akan timbul lah regenerasi yang siap untuk melawan segala bentuk kedzaliman

Dan harapan saya kepada imam besar umat islam habibana Rizieq Syihab agar Alloh selalu menjaga kelamatan dan kesehatan beliau beserta keluarga, sebagai ulama yang memiliki banyak pengikut beliau adalah sosok icon pemersatu umat.

"Dan mengawal masa depan bangsa sesuai dengan cita-cita nasional untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, negara nasional Indonesia yang baldatun thayyibatun warabun ghafur. Semoga Alloh mengabulkan dan meridhoi hajat ini". Aamiin ya rab. Tuturkata dari Ustadz Risman hadi sebagai Ketua DPC FPI Kampung Makasar.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Hakim).





 

Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda